Postingan

Mon Histoire de vie (Riwayat Hidupku)

Perkenalkan, nama saya Marra Mutiara. Saya tiba di dunia dengan selamat pada hari Sabtu, 10 Mei 1997 di Semarang . Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan untuk menjadi anak pertama dari dua bersaudara. Dari dulu sampai sekarang dan selamanya, nama Ayah saya yaitu Besus Sarjono dan Ibu saya bernama Tutik Rahayu . Ayah dan Ibu s aya bekerja sebagai wiraswasta. Saya memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Muhammad Annand Yunaz. Ini sedikit ulasan mengenai riwayat pendidikan saya dari dulu sampai sekarang. Riwayat Pendidikan saya ini dimulai dari TK Bustanul Athfal 01, Semarang, lalu melanjutkan di SDN Pendrikan Lor 01, Semarang, setelah itu melanjutkan di SMP N 25 Semarang, kemudian melanjutkan lagi di SMA N 6 Semarang. Setelah lulus, saya berkelana mencari universitas yang mau menerima orang sederhana seperti saya menjadi salah satu warga dari universitas tersebut. Setelah berkelana kurang lebih 2,5 bulan, Alhamdulillah, saya diterima dengan baik dan suka cita ole...

SUMPAH PEMUDA PEMBANGKIT KEHIDUPAN (oleh Marra Mutiara)

Bulan Oktober, bulan yang selalu digembor-gemborkan sebagai Bulan Bahasa. Mengapa begitu, seperti yang telah kita ketahui dan mengerti, pada bulan ini terjadi peristiwa bersejarah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Negara yang saat ini kita tempati bersama, Negara Indonesia. Ya, pada bulan Oktober tepatnya pada 28 Oktober 1928, para pejuang kita khususnya para kaum muda  yang terdiri dari Jong Java, Jong Soematranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond,  Pemoeda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon, dan Pemoeda  Kaoem Betawi saling bersatu, saling meredakan ego, saling bahu-membahu untuk mengikrarkan suatu sumpah yang sejak tahun 1928 sampai sekarang dan seterusnya disebut Sumpah Pemuda. Di butir ketiga Sumpah Pemuda telah jelas di ikrarkan bahwa Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Persatuan Indonesia. Namun, masa sekarang ini, kaum muda mudi kita seakan-akan telah mengalami kemerosotan moral. Seiring dengan perkembangan arus globalisasi yang berserakan kemana-m...

INSPIRASI BAPAK PROKLAMASI, oleh : Marra Mutiara

Menanggapi esai Ridwan Nanda Mulyana yang berjudul “Bung Hatta dan Pesan untuk Kemerdekaan Kita” (Tribun Jateng, 18 Agustus 2016) cukup menarik perhatian. Saya setuju dengan esai Ridwan yang mengatakan bahwa Bung Hatta pantas menjadi salah satu tokoh yang patut di contoh kejujurannya, keikhlasannya, kebijaksanaannya, kesederhanaannya, kepintarannya, kecintaan dirinya terhadap tanah air ini. Di jaman yang serba canggih ini, banyak penerus negeri ini seakan-akan tutup mata dan acuh tak acuh dengan kondisi negeri ini yang semakin hari semakin tidak karuan. Mereka lebih memikirkan bagaimana menyenangkan dirinya sendiri di banding memikirkan bagaimana keadaan negerinya yang sangat membutuhkan kemampuan mereka. Memang, setiap tahun, pada tanggal 17 Agustus, mereka pasti merayakan Hari Ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI). Cara mereka merayakan HUT RI pun bermacam-macam, seperti, mengikuti upacara HUT RI, mengikuti perlombaan, sampai mengenang dengan cara yang lain sesuai...

SENI IMPLEMENTASI KEHIDUPAN KAMPUS, oleh : Marra Mutiara

Esai Singgih Aji Prasetyo yang berjudul “Kehidupan Seni Kampus” sangat menarik perhatian untuk di bahas. Memang kampus merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang mempunyai peran penting dalam membentuk karakter mahasiswanya. Banyak berbagai cara dalam membentuk karakter bangsa seperti yang di jelaskan Singgih yaitu menghidupkan seni di kampus Namun, untuk membentuk karakter suatu bangsa tidak hanya dengan menumbuhkan tingkat kesenian di setiap lembaga pendidikan namun ada beberapa faktor pendukung yang memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dari yangdi bahas oleh Singgih tersebut. Akan tetapi dalam esai karya Singgih justru menyoroti kehidupan Berbangsa dan bernegara bukan kehidupan seni atau kesenian di dalam kampus. Singgih sedikit menyinggung tentang kesenian akantetapi kebanyakan justru membahas pemerintah dan kehidupan negara. Seharusnya esai singgih membahas mengenai kehidupan yang ada di dalam kampus bisa dari segi positif ataupun segi negatifnya seka...